![]() |
Foto: Muhammad Ridho |
Jakarta - Acer Predator Triton 900 cukup menarik perhatian ketika pertama dirilis di IFA 2018 di Berlin, Jerman karena mempunyai layar yang bisa diputar. Namun bagaimana performa laptop raksasa tersebut ketika diuji? Yuk simak bahasan kami.
Kesan pertama saat menggunakan laptop ini adalah layarnya sangat memukau. Ukurannya 17,3 inch, resolusi 4K, dan panel bertipe IPS. Oh ya, layar ini juga menggunakan teknologi G-Sync yang membuatnya bisa menampilkan frame rate bervariasi sesuai dengan output dari GPU-nya.
Layarnya ini juga menarik, karena mempunyai terpasang pada sebuah rangka menggunakan engsel pada bagian tengahnya. Hal itu membuat layar ini bisa diputar sampai dengan 180 derajat dan ketika ditutup bisa menyerupai sebuah tablet.
Kesan pertama saat menggunakan laptop ini adalah layarnya sangat memukau. Ukurannya 17,3 inch, resolusi 4K, dan panel bertipe IPS. Oh ya, layar ini juga menggunakan teknologi G-Sync yang membuatnya bisa menampilkan frame rate bervariasi sesuai dengan output dari GPU-nya.
Layarnya ini juga menarik, karena mempunyai terpasang pada sebuah rangka menggunakan engsel pada bagian tengahnya. Hal itu membuat layar ini bisa diputar sampai dengan 180 derajat dan ketika ditutup bisa menyerupai sebuah tablet.
![]() |
Meski, rasanya menggunakan laptop sebagai tablet, bukanlah hal yang bijak. Pasalnya bobotnya terbilang berat, yaitu 4,1 kg, jauh lebih berat ketimbang kebanyakan laptop yang ada di pasaran, begitu juga dengan dimensinya yang ekstra besar, yaitu 428 x 303,3 x 23,75 mm.
Namun terlepas dari bobotnya itu, laptop ini sangat menyenangkan ketika digunakan. Layarnya yang besar itu tak cuma enak dipakai nge-game, namun juga menyenangkan digunakan untuk keperluan lain, untuk menonton film, atau bahkan sekadar mengetik.
Laptop ini juga dibekali dengan spek yang tak main-main, prosesor Intel Core i9 generasi ke-9, GPU Nvidia RTX 2080, RAM 32 GB DDR4, dan storage 512 GB NVMe. Dengan spek seperti ini, rasanya semua game yang ada saat ini bisa dilahap dengan mudah, meski tak semuanya bisa dilakukan pada resolusi maksimalnya.
![]() |
Kesan premium terasa pada semua bagian laptop ini, seperti bodi berbahan aluminum, termasuk pada rangka tempat layar terpasang. Ada dua speaker yang menghadap ke atas, keyboard mekanik 82 tombol, dan sebuah trackpad pada bagian kanan bawah.
Keyboardnya nyaman dan memuaskan ketika ditekan karena memang tergolong keyboard mekanik. Namun penempatan yang terlalu mepet ke bagian kiri bawah dan ukuran keyboardnya yang cukup kecil membuatnya tak nyaman, ditambah lagi posisi trackpadnya yang tak lazim.
![]() |
Selayaknya laptop gaming, keyboard ini juga dilengkapi tombol macro yang bisa diprogram oleh pengguna. Posisinya ada di atas tombol fungsi. Ada tombol berlabel 'P' untuk memilih tiga grup macro (total ada 9 tombol yang bisa diatur). Tombol ini juga bisa diatur untuk meluncurkan aplikasi tertentu, meningkatkan kecepatan kipas, mematikan tombol Windows, dan lainnya.
Pengaturannya bisa dilakukan lewat aplikasi PredatorSense, yang juga bisa dipakai untuk mengatur banyak aspek lain di laptop ini. Seperti backlight keyboard, lampu pada panel kaca di atas keyboard yang di bawahnya ada sistem pendingin laptop, memantau temperatur dan lainnya.
![]() |
![]() |
![]() |
Soal sistem pendingin, laptop ini punya ventilasi di hampir semua sisinya, karena laptop dengan spek seperti ini memang butuh pendinginan ekstra. Selama pengujian yang kami lakukan, suhu prosesor dan GPU mencapai 70-80 derajat celcius ketika dipakai game, dan bahkan menembus 90 derajat ketika melakukan uji sintetis.
Suara kipasnya pun terbilang sunyi berkat teknologi AeroBlade 3D Fan 3 yang dipakai Acer. Bahkan dalam mode kipas terkencangnya pun, suaranya relatif tak terlalu mengganggu,
Daya tahan baterai Triton 900 ini, seperti kebanyakan laptop gaming, tak bisa dibilang kuat alias harus terus menerus terhubung dengan chargernya. Memainkan game tanpa terhubung ke charger kira-kira hanya bisa bertahan selama satu jam, bahkan kurang.
![]() |
Geekbench | Cinebench R15 | Cinebench R20 | 3DMark Fire Strike | 3DMark Time Spy |
Single core: 5890 Multi core: 30750 | Single core: 201 Multi core: 1669 | 3371 | Graphics Score: 23451 Physics Score: 21060 Total Score: 20288 | Graphics Score: 9423 Physics Score: 8956 Total Score: 9349 |
detikINET menjajal Triton 900 dengan beberapa game, yaitu GTA V, Monster Hunter: World, dan Battlefield V. Dua game yang terakhir disebut mendukung ray tracing dan deep learning supersampling (DLSS).
Pengujian dilakukan menggunakan resolusi maksimal layarnya, yaitu 4K dan pengaturan kualitas yang dioptimasi menggunakan Nvidia GeForce Experience, dan hasilnya pun berbeda di setiap game. Pada GTA V bisa didapat frame rate 60 fps, yang sepertinya bisa lebih namun terbatas pada refresh rate layar yang hanya 60Hz.
Sementara pada Monster Hunter: World frame rate-nya bervariasi antara 50-60 fps dan gambar yang dihasilkan sangat memukau. Namun lain cerita di Battlefield V, karena frame rate-nya pada resolusi 4K berada di kisaran 30 fps dengan pengaturan maksimal. Dengan sedikit penyesuaian di kualitas gambar atau menurunkan resolusi, frame ratenya bisa meningkat ke angka 60 fps.
Layar 4K ini memang dilengkapi dengan teknologi G-Sync, yang bisa menyesuaikan frame rate yang dihasilkan dari GPU dengan refresh rate layar untuk meminimalkan screen tearing. Namun karena layarnya hanya 60Hz, maka frame rate terbesarnya pun hanya 60 fps.
Mungkin jika Acer menggunakan resolusi lebih kecil, QHD atau 1080, mereka bisa memberikan layar dengan refresh rate lebih besar, 144Hz contohnya, atau bahkan lebih. Dengan begitu, GPU RTX 2080 yang dipakai ini akan lebih optimal. Karena agak ironis ketika menggunakan GPU flagship namun hanya bisa menampilkan frame rate yang terbatas di 60 fps.
Meski begitu, penggunaan layar 4K ini tak bisa dibilang sepenuhnya tak tepat. Karena layar yang dipakai ini sangat memukau dalam menampilkan grafis game-game yang dimainkan dengan resolusi sangat tinggi.
Akhir kata, Triton 900 adalah laptop yang punya desain unik, kencang, dan berat. Layarnya yang bisa diputar menjadikannya berbeda dengan laptop flagship gaming lainnya. Tertarik meminangnya? Siapkan dana Rp 79 juta untuk menebusnya.
Pengujian dilakukan menggunakan resolusi maksimal layarnya, yaitu 4K dan pengaturan kualitas yang dioptimasi menggunakan Nvidia GeForce Experience, dan hasilnya pun berbeda di setiap game. Pada GTA V bisa didapat frame rate 60 fps, yang sepertinya bisa lebih namun terbatas pada refresh rate layar yang hanya 60Hz.
![]() |
Sementara pada Monster Hunter: World frame rate-nya bervariasi antara 50-60 fps dan gambar yang dihasilkan sangat memukau. Namun lain cerita di Battlefield V, karena frame rate-nya pada resolusi 4K berada di kisaran 30 fps dengan pengaturan maksimal. Dengan sedikit penyesuaian di kualitas gambar atau menurunkan resolusi, frame ratenya bisa meningkat ke angka 60 fps.
Layar 4K ini memang dilengkapi dengan teknologi G-Sync, yang bisa menyesuaikan frame rate yang dihasilkan dari GPU dengan refresh rate layar untuk meminimalkan screen tearing. Namun karena layarnya hanya 60Hz, maka frame rate terbesarnya pun hanya 60 fps.
![]() |
Mungkin jika Acer menggunakan resolusi lebih kecil, QHD atau 1080, mereka bisa memberikan layar dengan refresh rate lebih besar, 144Hz contohnya, atau bahkan lebih. Dengan begitu, GPU RTX 2080 yang dipakai ini akan lebih optimal. Karena agak ironis ketika menggunakan GPU flagship namun hanya bisa menampilkan frame rate yang terbatas di 60 fps.
Meski begitu, penggunaan layar 4K ini tak bisa dibilang sepenuhnya tak tepat. Karena layar yang dipakai ini sangat memukau dalam menampilkan grafis game-game yang dimainkan dengan resolusi sangat tinggi.
Akhir kata, Triton 900 adalah laptop yang punya desain unik, kencang, dan berat. Layarnya yang bisa diputar menjadikannya berbeda dengan laptop flagship gaming lainnya. Tertarik meminangnya? Siapkan dana Rp 79 juta untuk menebusnya.
Dimensi | 428 x 303,3 x 23,75 mm |
Berat | 4,1kg |
Layar | 17.3" UHD 4K (400 nits), multi-touch dan G-sync |
Prosesor | Intel Core i9-9980H 8 core |
RAM/Storage | 32 GB DDR4 2666MHz/2x256GB NVMe SSD RAID 0 |
GPU | Nvidia GeForce RTX 2080 8GB |
Wireless & Networking | WLAN Killer Wireless-AC 1550 / 1550i 802.11a/b/g/n/ac wireless LAN Dual Band (2.4 GHz and 5 GHz) 2x2 MU-MIMO technology Support Bluetooth 5.0 LAN Killer Ethernet E3000 Gigabit Ethernet Wake-on-LAN ready WPAN Bluetooth 5.0 |
Input & Output | USB Type-C port supporting: USB 3.1 Gen 2 (up to 10 Gbps) DisplayPort over USB-C Thunderbolt 3 USB Type-C port, supporting: DisplayPort over USB-C HDMI 2.0 port with HDCP support |